Rabu, 04 Februari 2009

Jihad Harta; Konsep dan Aplikasinya dalam Perang

“(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya” (QS. 61:11)

***

Sejak agresi mileter yang dilancarkan Israel terhadap Palestina di Kawasan Gaza beberapa pekan lalu, Islam kembali dihinakan. Seperti biasa, negara Islam dan para pemimpin lainnya seakan punya surganya masing-masing. Acuh tak acuh terhadap nasib yang menimpah saudaranya di belahan bumi lain. Kalau antara negara yang memiliki ikatan emosional satu agama saja tidak berdaya, apa lagi yang bisa diharapkan dari bangsa lain yang tidak memiliki ikatan apapun. Meski itu namanya perserikatan bangsa-bangsa, itu tak lebih hanya bioskop bagi pemimpin-pemimpin negara untuk menyaksikan tragedi pembantaian manusia.

Tidak paham atau enggan

Terkadang saya hampir putus asa melihat kondisi yang ada. Malu, karena dilahirkan sebagai generasi yang sangat jauh masanya dari rasul. Kalau dalam hadis, rasul menyebut tiga generasi terbaik sepanjang masa; masa beliau atau yang kita kenal sahabat-sahabatnya, lalu masa tabiin dan terakhir masa tabi’ tabiin. Itu artinya, bisa jadi kita saat ini adalah sebagai generasi islam yang buruk.

Dulu, semasa rasul hidup, hampir tidak ditemui perselisihan di antara sahabatnya. Jika terjadi silang pendapat, mereka langsung merujuknya kembali kepada rasul. Namun walaupun demikian, perbedaan pendapat ketika itu motifnya tidak ada yang didasari atas sebuah kepentingan. Mereka berbeda, dan rasul yang menyatukannya.

Sepeninggalnya beliau, para sahabatnya masih bisa dijadikan rujukan. Tidak sedikit dari sahabatnya yang didoakan rasul sendiri untuk keberkahan hidupnya. Sehingga dengan doa tersebut, nama-nama yang kita kenal seperti ibnu abbas dan Abu Hurairoh mencerminkan pewaris nabi yang sejati. Ibnu Abbas, dengan kekuatan akalnya mampu memahami teks-teks Al quran yang kemudian menjadi rujukan penfasiran Quran sehingga ia dijuluki sebagai “Turjumanul quran”(penafsir quran)

Anehnya sekarang, Islam masih ada di seluruh negara arab, tapi orang arab sendiri tidak faham apa yang mereka baca dari ayat-ayat Al quran berkenaan dengan jihad. Masih dengan kosa kata yang sama dan gaya bahasa yang serupa, tapi tetap tidak bisa mentransformasikan ayat-ayat jihad itu menjadi ide pemersatu bagi seluruh umat islam manakala ada wilayah islam lainnya diperangi.

Bukan karena khilafah belum terbentuk lantas syariat jihad menjadi hilang. Bukan pula karena hukum Jihad yang fardhu kifayah, jika sebagian telah terjun ke medan perang lantas yang lain diam berpangku tangan di rumah. Atau cukup dengan berdoa dan qunut nazilah setiap shalat. Bukan itu semua makna jihad sebenarnya.

Harta juga Senjata

Ada tiga rentetan ayat dalam surat As shaff yang rasanya patut kita renungi kembali. Ketiga ayat ini bernuansa cukup provokatif, sebab isinya menantang orang untuk melakukan transaksi bisnis dengan Sang pemilik dunia. Ketiga ayat itu adalah ayat sepuluh, sebelas dan dua belas.

Dengan komposisi mirip susunan surat lazimnya, melalui tiga ayat tersebut, Allah memberitakan secara singkat, padat dan tepat. Terdiri dari pembuka pada ayat sepuluh, isi pada ayat sebelas, dan penutup pada ayat dua belas.

Allah swt berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih. (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu, itulah yang lebih baik bagimu jika kamu mengetahuinya. niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di surga 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar. (QS. 61:10-12)

Penamaan Jihad sebagai perniagaan ini diberikan karena Allah membeli harta dan diri seluruh muslim yang berjihad dengan bayaran surga. Gaya bahasa seperti ini dipakai agar lebih memudahkan orang untuk memahami esensi jihad sebenarnya. Tentu, perdagangan yang biasa digunakan orang untuk memperoleh keuntungan, akan lebih mudah dipahami jika jihad juga diterjemahkan dalam bahasa ekonomi. Ini bertujuan untuk menepis pemahaman jihad yang identik dengan kematian. Dan mati sama dengan rugi.

Masalahnya sekarang, dalam kondisi politik yang serba tertekan ini, terjun langsung ke medan perang bukan perkara yang mudah. Bagi orang yang di luar wilayah perang, kalaupun telah terkumpul orang yang siap diterjukan masuk ke medan perang, masih terhambat dengan urusan birokrasi pemerintahan. Inilah yang membuat umat menjadi terpuruk. Bahkan lebih hina lagi, ada pemerintah yang bukan cuma cuek, malah membantu musuh yang jelas harus diperangi.

Kemudian, dengan kondisi kekangan birokrasi negara apakah Jihad itu lepas begitu saja. Tidak, meski berada di luar wilayah dan hukum jihad fardhu kifayah bukan berarti jihad berhenti sampai di situ. Kembali ke makna dasar jihad itu sendiri yang artinya sungguh-sunguh. Manakala kesungguhan kita belum mencapai usaha maksimal, maka jihad belum benar dilaksanakan.

Jika kita kembali melihat ayat-ayat jihad, di situ jelas diungkapkan. Seluruh perintah jihad dengan nyawa (bin nafs) selalu diiringi jihad dengan harta (bil mal). Bukan hanya itu, ditinjau dari susunan kalimat (siyaq al kalam) malah jihad dengan harta menempati posisi pertama sebelum jihad dengan nyawa. Ini dikarenakan harta merupakan cara yang paling mudah digunakan dan paling banyak diberikan untuk sarana Jihad.

Perhatikan kedudukan harta jika turut diikutsertakan dalam bentuk jihad. Segala sesuatu yang dipandang berharga, baik itu uang ataupun benda lainnya yang bisa digunakan untuk membela agama maka itu bisa dijadikan sarana jihad. Justru cara ini lebih mudah aksesnya untuk membantu umat islam lainnya yang sedang berjuang. Bisa dalam bentuk donasi tunai, makanan, obat-obatan dan lain sebagainya.

Boycott jawabannya

Ada orang bilang, misalnya kita menyumbangkan harta untuk dikirim dan digunakan oleh saudara-saudara kita yang diperangi, namun kita tidak tahu apakah bantuan itu sampai atau tidak. Maka satu hal yang harus kita yakini bahwa setiap harta yang kita sumbangkan dengan niat ikhlas karena Allah, maka Allah akan mennggantinya dengan yang lebih baik. Sampai ataupun tidak.

Terus kalau ada yang ragu, atau ia tidak bisa sama sekali menyumbang, maka cara lain yang bisa dilakukan adalah tidak membeli barang-barang yang diproduksi oleh pihak musuh. Dan jika ditanya cara yang paling sederhana bisa dilakukan adalah boikot jawabannya. Sepanjang musuh belum keluar dari wilayah islam, maka wajib hukumnya untuk tidak menggunakan barang dan jasa produksi mereka.

Jangan sepelekan dengan menganggap remeh pengaruh muqatha’ah (boikot) ini. Kalau ada seorang muslim memakai produk boikotan dengan kalkulasi keuntungan satu persen, itu artinya seratus orang yang makai barang itu akan diperoleh untung sebesar modal yang dikeluarkan. Bagaimana lagi jika yang memakai lebih dari seratus orang dan produk yang dipakai lebih dari satu barang. Maka tidak mustahil keuntungan dari produksi mereka berlipat ganda. Dengan demikian akan menguatkan perekonomian mereka.

Kalau sebuah negara tercatat sebagai negara yang mapan dalam bidang ekonomi, bukankah mereka lebih leluasa menyediakan mesin-mesin perang yang lebih banyak dan lebih canggih. Dan tidak berlebihan untuk slogan boikot “ satu rupiah yang dikeluarkan sama artinya membeli satu peluru untuk membunuh saudara kita.”

Belum cukup kalau cuma memboikot barang-barang mereka. Pihak-pihak yang berada dibelakang mereka juga produknya harus diboikot. Karena prinsipnya orang kafir itu satu. Mereka saling membantu dalam memerangi islam. Dan boikot adalah cara kita berjihad dengan harta.

Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka pelindung bagi sebagian yang lain. JIka kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar. (QS. 8:73)

Jihad Merupakan Jalan Menyambut Babak Kelima

Hidup di babak keempat era Akhir Zaman sungguh penuh dengan ujian kesabaran dari Allah. Babak ini diwarnai dengan bercokolnya para Mulkan Jabbriyyan (Para Penguasa Diktator) di panggung kepemimpinan dunia. Inilah babak dimana ummat Islam babak belur. Inilah babak dimana giliran kemenangan Allah berikan kepada kaum kuffar. Allah cabut giliran kemenangan dan kepemimpinan dari tangan ummat Islam. Ummat Islam telah memimpin manuisa selama empat belas abad sepanjang tiga babak sebelumnya, yaitu babak An-Nubuwwah (Kenabian), Khilafatun ’ala Minhaj An-Nubuwwah (Kekhalifahan yang mengikuti manhaj Nabi shollallahu ’alaih wa sallam) dan Mulkan Aadhdhon (Raja-raja yang menggigit).

Pada babak pertama babak An-Nubuwwah ummat Islam langsung dipimpin oleh Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam selama duapuluhtiga tahun. Lalu pada babak kedua Khilafatun ’ala Minhaj An-Nubuwwah ummat Islam dipimpin oleh para sahabat utama Abu Bakar Ash-shiddiq, Umar bin Khattab, Ustman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib alias para Khulafa Ar-Rasyidin selama tigapuluh tahun. Selanjutnya pada babak ketiga ummat Islam dipimpin oleh para Mulkan Aadhdhon ditandai dengan berkuasanya tiga kerajaan besar yaitu Daulat Bani Umayyah, Daulat Bani Abbasiyyah dan Kesultanan Ustmani Turki selama tigabelas abad hingga tahun 1928/1382 H.

Babak ketiga disebut sebagai babak Mulkan Aadhdhon karena pada masa itu walaupun ummat Islam memiliki para pemimpin yang dijuluki khalifah, namun pola suksesinya menggunakan sistem waris turun-temurun antar generasi. Sehingga Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menyebutnya sebagai babak raja-raja. Dan mereka disebut sebagai para raja yang menggigit karena mereka masih ”menggigit” Al-Qur’an dan As-Sunnah. Walaupun tidak sebaik babak sebelumnya dimana para Khulafa Ar-Rasyidin ”menggengam” Al-Qur’an dan As-Sunnah. Ibarat orang yang mendaki bukit tentunya lebih aman dan pasti bila talinya digenggam daripada digigit. Itulah sebabnya seringkali kita temukan di babak ketiga munculnya para khalifah yang berlaku zalim kepada rakyat bahkan kepada ulama seperti Imam Ahmad bin Hambal. Walaupun pada babak ketiga itu pula kita temukan khalifah yang jujur dan adil-bijaksana seperti Umar bin Abdul Aziz.

Pada babak ketiga jika ummat menghadapi pemimpin yang zalim, para ulama tidak membenarkan rakyat untuk berontak kepada khalifah. Mengapa? Karena betapapun zalimnya person khalifah, namun sistem yang berlaku masih sistem Islam. Hukum yang diterapkan masih hukum dan syariat Allah. Sehingga menentang pemimpin berarti menentang sistem yang Allah ridhai. Para ulama hanya menyuarakan protes melalui nasihat yang terkadang sangat tajam kepada khalifah yang zalim.

Setelah berlalunya babak ketiga, maka ummat Islam praktis menjadi laksana anak-anak ayam kehilangan induk. Anak-anak yatim kehilangan ayah. Dan gelandangan kehilangan tempat bernaung. Mulailah ummat mengalami era yang paling kelam dalam sejarah Islam, yaitu era kepemimpinan Mulkan Jabbriyyan (Para Penguasa Diktator). Bukan saja ummat dipimpin oleh person penguasa yang zalim, tetapi sistem yang berlakupun bukan sistem Islam yang penuh keadilan Ilahi. Sistem yang berlaku adalah sistem jahiliyyah alias sistem kafir berlandaskan hukum buatan manusia yang banyak cacatnya dan penuh ketidakadilan.

Namun, alhamdulillah, berdasarkan hadits Nabi shollallahu ’alaih wa sallam ternyata era Akhir Zaman tidak berakhir di babak keempat. Masih ada babak kelima yang bakal terjadi. Itulah babak yang disebut Khilafatun ’ala Minhaj An-Nubuwwah (Kekhalifahan yang mengikuti manhaj Nabi). Babak yang mirip dengan babak kedua era Akhir Zaman. Artinya, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam memberitahu kita semua bahwa setelah babak keempat yang penuh kezaliman dan kesewenang-wenangan di bawah kepemimpinan Mulkan Jabbriyyan (Para Penguasa Diktator), maka dunia akan menyaksikan kembali beralihnya giliran kepemimpinan kepada orang-orang beriman. Pertanyaannya ialah: bagaimanakah gerangan proses peralihan itu berlangsung? Apakah ia akan berlangsung dengan mulus dan damai? Ataukah ia akan diwarnai kehebohan dan huru-hara? Apakah cukup melalui meja perundingan, permainan politik dan demokrasi? Ataukah ia menuntut pengorbanan ummat Islam hingga perlu terjadinya al-jihad fi sabilillah dalam pengertian mengangkat senjata di jalan Allah?

Berdasarkan berbagai hadits yang menyangkut tanda-tanda akhir zaman kita jumpai bahwa beralihnya kepemimpinan dunia dari kaum kuffar kepada orang-orang beriman alias berpindahnya ummat dari babak keempat Mulkan Jabbriyyan memasuki babak kelima Khilafatun ’ala Minhaj An-Nubuwwah ternyata melalui gejolak perang. Bahkan dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim disebutkan bahwa setidaknya ada empat perang yang bakal dialami ummat Islam di bawah kepemimpinan Imam Mahdi yang membawa kepada kemenangan ummat Islam terhadap segenap Mulkan Jabbriyyan (Para Penguasa Diktator).

تَغْزُونَ جَزِيرَةَ الْعَرَبِ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ فَارِسَ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ

ثُمَّ تَغْزُونَ الرُّومَ فَيَفْتَحُهَا اللَّهُ ثُمَّ تَغْزُونَ الدَّجَّالَ فَيَفْتَحُهُ اللَّهُ

”Kalian memerangi Jazirah Arab, lalu Allah menaklukkannya. Kemudian Persia, lalu Allah menaklukkannya. Setelah itu kalian memerangi Romawi, dan Allah menaklukkannya. Kemudian kalian perangi Dajjal, lalu Allah menaklukkannya.” (HR Muslim 5161)

Jadi, akan ada dua perang yang sifatnya dimaksudkan untuk mengatasi problema internal Ummat Islam, yaitu jazirah Arab (para diktator Sunni) serta Persia (para diktator Syiah). Dan ada dua perang yang sifatnya untuk menuntaskan musuh eksternal, yaitu Romawi (para diktator Salibis-Nasrani) dan Dajjal yang memimpin pasukan Zionis-Yahudi yang sekaligus merupakan fitnah paling dahsyat sepanjang zaman.

Haruskah kita menunggu kedatangan Imam Mahdi? Yang pasti, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam telah mengisyaratkan bahwa kehadirannya merupakan kabar gembira dan sepatutnya disambut dengan semangat oleh ummat Islam. Sebab dialah –dengan izin Allah- yang bakal mengajak kita berpindah dari babak penuh kezaliman menuju babak penuh keadilan.

أُبَشِّرُكُمْ بِالْمَهْدِيِّ يُبْعَثُ فِي أُمَّتِي عَلَى اخْتِلَافٍ مِنْ النَّاسِ

وَزَلَازِلَ فَيَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ جَوْرًا وَظُلْمًا

“Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa. Ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kesewenang-wenangan dan kezaliman.” (HR Ahmad 10898)

Kondisi global dunia dewasa ini sarat dengan perselisihan dan pertikaian. Bahkan di berbagai belahan bumi mulai terkonsentrasi kantong-kantong perlawanan (baca: jihad) ummat Islam terhadap dominasi kekuatan dunia internasional yang memerangi ummat Islam dengan dalih War on Terror. Di Somalia ada Harakah Syabab Al-Mujahidin. Di Irak ada Al-Qaedah. Di Afghanistan dan Pakistan ada Thaliban. Di Kashmir ada Mujahidin Kashmir. Di Chechnya ada Umara of Caucasian Mujahideen. Di Mindanao ada Moro Islamic Liberation Front. Dan di bumi suci Palestina ada Hamas dengan sayap militernya Izzuddin Al-Qossam beserta sayap militer faksi-faksi Palestina lainnya.

Tampaknya, hanya masalah waktu saja sebelum Allah taqdirkan munculnya sang Komandan sekaligus Pemersatu Mujahidin, yaitu lelaki keturunan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam yang namanya mirip nama Nabi shollallahu ’alaih wa sallam dan nama ayahnya mirip nama ayah Nabi shollallahu ’alaih wa sallam, yaitu Muhammad bin Abdullah.

لَوْ لَمْ يَبْقَ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا يَوْمٌ لَطَوَّلَ اللَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ حَتَّى يَبْعَثَ فِيهِ

رجل مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي وَاسْمُ أَبِيهِ اسْمُ أَبِي

يَمْلَأُ الْأَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلًا كَمَا مُلِئَتْ ظُلْمًا وَجَوْرًا

“Andaikan dunia tinggal sehari sungguh Allah ta’aala akan panjangkan hari tersebut sehingga diutus padanya seorang lelaki dari ahli baitku namanya serupa namaku dan nama ayahnya serupa nama ayahku. Ia akan penuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman dan penganiayaan.” (HR Abu Dawud 9435)

Dari hadits di atas sebagian Ulama menyimpulkan bahwa Imam Mahdi akan memiliki nama Muhammad bin Abdullah. Sebab kata Nabi shollallahu ’alaih wa sallam namanya mirip nama Nabi shollallahu ’alaih wa sallam sedangkan nama ayahnya mirip nama ayah Nabi shollallahu ’alaih wa sallam. Itulah sebabnya para pejuang Palestina, khususnya kelompok Hamas mempunyai slogan perjuangan yang berbunyi:

خيبر خيبر يا يهود جيش محمد سوف يعود

“Wahai kaum Yahudi, Khaibar, Khaibar… Pasukan Muhammad pasti akan kembali.”

Istilah ”Pasukan Muhammad” mengisyaratkan ke masa lampau, yaitu pasukan pengikut Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam, dan sekaligus ke masa yang akan datang, yaitu pasukan pengikut Muhammad bin Abdullah lelaki yang kelak datang berpredikat Imam Mahdi...!

Adalah kewajiban setiap muslim dewasa ini untuk mempersiapkan dirinya. Sebab bila sang Komandan sekaligus Pemersatu Mujahidin itu telah datang, maka tidak ada hal lain yang perlu dilakukan selain bergabung ke dalam pasukannya.

فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَبَايِعُوهُ وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الثَّلْجِ

“Ketika kalian melihatnya (Imam Mahdi) maka ber-bai’at-lah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak di atas salju.” (HR Ibnu Majah 4074)

Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam golongan yang segera berbai’at dengan Al-Mahdi bilamana ia telah datang. Jadikanlah kami bagian dari pasukannya yang memperoleh satu dari dua kebaikan: Hidup Mulia atau Mati Syahid... Amin ya Rabb...

Kamis, 22 Januari 2009

‘Holocaust’ dan Gaza

GAZA (Arrahmah.com) - Keturunan Yahudi yang selamat dari 'holocaust' pada perang dunia II, kini mereka melakukan hal yang serupa kepada penduduk Palestina di Jalur Gaza.

Membangun dinding dan pagar kawat seakan-akan seluruh penduduk berada di penjara

Pos pemeriksaan menjadikan manusia tidak bebas bergerak

Penangkapan

Penghancuran rumah dan gedung-gedung

Nasib anak-anak dan apa yang dilakukan anak-anak di kubu musuh

Mesin propaganda klasik, kalian akan menemukan foto hitam putih di semua buku-buku sejarah, ensiklopedi, perpustakaan dan museum-museum. Foto yang melukiskan seorang anak laki-laki Yahudi dengan tangan di atas ketika tentara Nazi menodongkan senjata ke arahnya dan keluarganya. Ini dilakukan untuk membuat kalian bersimpati dengan para korban dan mendukung keinginan mereka untuk mendapatkan keadilan dan tanah air mereka.

Israel mempraktekkan hal yang serupa

(Hanin Mazaya/Arrahmah.Com)

Ribuan Penduduk Gaza Merayakan Kemenangan


Hari Selasa, ribuan orang Palestina berkumpul dan melakukan long march di kota Gaza, merayakan kemenangan atas agresi Israel, yang berlangsung tiga pekan, dan telah menghancurkan bangunan, dan mengakibatkan syahidnya hampir 1500 muslim Gaza, dan ribuan lainnya luka-luka.

Hamas menyerukan kepada seluruh penduduk di kota Gaza menggelar aksi usai selepas shalat zhuhur. Aksi itu sebagai bentuk dukungan para pejuang Palestina yang dengan berani menghadapi agressor Zionis-Israel.

Aksi long march itu dimulai dari Gedung UNRWA menuju sekolah Fakhoura di kamp Jabalia di sebelah utara Gaza, di mana telah terjadi pembantaian yang dilakukan Zionis-Israel, yang mengakibatkan syahidnya 45 muslim Gaza, dan 150 lainnya luka-luka. Tempat penampungan pengungsi dan sekolah itu hancur akibat pemboman yang dilakukan Israel.

Long march itu berhenti di depan rumah Dr.Nizar Rayyan, tokoh Hamas yang telah syahid beserta seluruh keluarga, diantraranya 4 istrinya dan 9 anaknya ikut syahid, akibat pemboman Israel. Dalam aksi sejumlah pemimpin Hamas ikut ambil bagian, mereka berjalan kaki dari kota Gaza berkeliling ke kamp Khan Yunis, Rafah, Deir al-Balah, Nussseirat dan Breij. Para peserta long march itu membawa bendera hijau, yang menjadi lambng Hamas.

Sementara itu, juru bicara Brigade al-Qassam dalam konferensi persnya, menyatakan, selama agresi militer Zionis-Israel ke Gaza, berhasil menewaskan 80 tentara Israel, dan ratusan lainnya yang luka. Brigade al-Qassam telah menembakkan missil ke Sderot 213 kali. Brigade al-Qassam menegaskan perang yang berlangsung di Gaza itu, behasil pula menghancurkan 47 tank Merkava, yang menjadi kebanggaan Israel, puluhan bulldozer, dan menjatuhkan empat helicopter Apache milik Israel.

Di tempat terpisah di Beirut, perwakilan Hamas di Lebanon, Osama Hamdan, menegaskan bahwa tidak ada lagi dialog nasional dengan Otoritas Palestina atau al-Fatah, yang dipimpin Mahmud Abbas. Rekonsiliasi nasional dan pemerintahan persatuan sudah tamat. Karena, pemerintahan Otoritas Palestina, yang dipimpin Presiden Mahmud Abbas, ikut berkomplot dengan Israel yang melakukan agresi ke Gaza.

Di bagian lain, tokoh Hamas, yang berada di Kairo Bardaweel, menuduh aparat intelijen Otoritas Palestina berkomplot dengan intelijen Israel (Shin Bet) untuk melakukan pembunuhan tokoh-tokoh Hamas, seperti Nizar Rayya dan Said Siyam. Para intelijen Otoritas Palestina itu,ikut operasi dengan dinas intelijen Israel (Shin Bet) melakukan pembunuhan tokoh-tokoh Hamas, dan memberikan informasi tempat tinggal para tokoh Hamas. Pernyataan Bardaweel ini berdasarkan pengakuan orang-orang yang menjadi anggota intelijen Otoritas Palestina yang berhasil ditangkap pasukan Hamas. (m/fic)

Beda Pendapat, Pertemuan Kuwait Soal Gaza Buntu


Meski menyatakan komitmennya untuk memberikan bantuan penuh pada warga Gaza, negara-negara Arab gagal mencapai kesepakatan tentang mekanisme bantuan untuk merekonstruksi Gaza. Mereka berbeda pendapat soal bagaimana penyaluran bantuan untuk rakyat Palestina itu.

Sejumlah negara antara lain Arab Saudi dan Mesir tidak terlalu setuju jika bantuan disalurkan lewat Hamas. Kedua negara itu masih berpikiran bahwa Suriah dan Iran memanfaatkan Hamas untuk mengganggu stabilitas di kawasan dan memberikan peluang bagi Iran untuk melakukan penetrasi ke jazirah Arab.

Sejumlah negara menginginkan pendekatan tegas dan sebagian lagi menginginkan pendekatan yang lunak. Negara-negara seperti Qatar dan Suriah menginginkan Liga Arab bersikap tegas pada Israel, tapi Saudi dan Mesir beranggapan bahwa akar konflik antara Israel-Hamas karena ada campur tangan Iran.

"Kami tidak mencapai kata sepakat karena hambatan waktu dan sikap dari beberapa negara. Nampaknya semua pihak harus membuat konsesi demi rekonsiliasi Arab ... berbagai upaya dilakukan untuk mencapai kesatuan sikap itu," kata Hoshyar Zebari, menlu Irak di sela-sela pertemuan negara-negara Arab di Kuwait.

Negara-negara Arab menyatakan akan menyediakan dana sebesar 2 milyar dollar untuk keperluan rekonstruksi di Jalur Gaza. Berbeda dengan pertemuan di Kuwait, dalam pertemuan di Doha yang diboikot oleh Mesir dan Saudi, negara-negara Arab mendesak agar hubungan dengan Israel dikaji ulang dan menyatakan menunda inisiatif perdamaian Arab dengan Israel.

Dalam pertemuan di Kuwait, para pemimpin Arab juga masih beda pendapat untuk menentukan sejumlah resolusi dari pertemuan itu, termasuk tentang dukungan pada Mahmud Abbas, presiden Palestina dari Fatah. Sehingga mereka terpaksa menunda rapat terakhir untuk menentukan hasil pertemuan Kuwait karena masih ada perbedaan pandangan bagaimana sikap Arab terhadap Israel. (ln/aljz/aby)

Obama Berjanji Pada Ummat Islam Sedunia?

WASHINGTON (Arrahmah.com) – Presiden Amerika ke-44 dan presiden pertama dari kulit hitam, Barack Obama, Selasa (20/1) mengatakan akan memulai hubungan baik dengan muslim sedunia dan akan mengubah Amerika.

“Untuk seluruh muslim sedunia, kita akan mencari jalan yang baru, berdasarkan rasa hormat dan perhatian,” ujar Obama dalam pidato pelantikannya.

Hubungan Amerika dan Muslim sedunia mengalami peningkatan ketegangan selama delapan tahun ini, saat Bush menjabat sebagai Presiden AS.

Ummat Islam sedunia sangat marah dengan kebijakan yang dibuat oleh Bush, yang dia sebut sebagai “perang melawan terror” yang terlihat pada invasi yang AS lakukan di dua negeri muslim : Irak dan Afghanistan.

Sejatinya, apa yang dilakukan Bush adalah perang terhadap Islam. Dengan sesuka hatinya, AS menangkapi saudara-saudara muslim kita di Afghanistan dan Irak tanpa alasan yang jelas dan menjebloskannya ke Guantanamo, penjara yang terkenal seperti neraka di dunia. Banyak di antara mereka yang telah bertahun-tahun tidak juga diadili, hanya melalui hari-hari dengan penuh siksaan dan tidak pernah tahu akan berakhir kapan.

Kebijakan yang dibuat Bush, sungguh akan menjadi boomerang bagi Amerika. Karena publik di dunia memiliki mata dan melihat dengan jelas, siapa teroris sebenarnya. Isu “anti-amerika” telah berhembus kencang di setiap pelosok bumi.

“Kita akan meninggalkan Irak, membiarkan mereka mengatur sendiri negaranya dan akan mengusahakan “perdamaian” di Afghanistan,” ujar Obama.

Bukankah berarti, Obama bermaksud memindahkan perang dari Irak ke Afghanistan? Lihatlah kebodohan-kebodohan yang dilakukan tentara AS selama ini. Mereka sama saja dengan tentara zionis Israel yang senang membunuh warga sipil. Selama AS menduduki Afghanistan, ribuan warga sipil Afghan dan Pakistan (perbatasan) menjadi korban bombardir mereka. Dengan dalih memerangi Taliban, mereka membunuh warga sipil sesuka mereka. Lalu mereka meminta maaf karena salah sasaran, begitu seterusnya. Tahun lalu, lebih dari 2.000 penduduk Afghanistan menjadi korban serangan tentara kafir AS.

Bagaimana mau memperbaiki hubungan dengan dunia Islam, jika selama 23 hari agresi biadab yang dilakukan zionis Israel, Obama hanya berdiam diri dan bersembunyi di balik argumentasinya sendiri yang mengatakan bahwa ia tidak akan berkomentar sebelum dilantik sebagai Presidn AS.

Saudaraku, sungguh, Obama tidak akan membawa pengaruh apa-apa terhadap dunia Islam. Obama tak ada bedanya dengan pemimpin-pemimpin Amerika Serikat terdahulu, yang bengis, kejam, dan berusaha menghancurkan Islam. Karena mereka tidak akan pernah rela, Islam berjaya di bumi Allah ini. AllahuAkbar! (Hanin Mazaya/arrahmah.com)

Operasi Militer Mujahidin Afghanistan Menghancurkan Tentara Kafir

FGHANISTAN (Arrahmah.com) - Ringkasan operasi militer mujahidin Imarah Islam Afghanistan di bawah ini, dilakukan pada tanggal 20 dan 21 Januari.

Rabu pagi sekitar pukul 8.10 waktu setempat, Mujahid dari Provinsi Herat, Muhammad Dawad Herati melakukan aksi bom syahid dengan target konvoi tentara kafir Amerika dan tentara boneka Afghan di dekat bandara Herat, Provinsi Herat. Dalam serangan enam tentara kafir Amerika dan 13 tentara boneka tewas, satu tank dan dua kendaraan militer hancur.

Selasa malam sekitar pukul 8.15 waktu setempat, mujahidin menyerang konvoi tentara boneka Afghanistan di daerah Shnigomnda, Kandahar, dalam serangan dua kendaraan militer mereka hancur dan 9 tentara boneka tewas bersamaan dengan hancurnya kendaraan mereka.

Selasa malam sekitar pukul 9.10 waktu setempat, mujahidin meledakan satu tank milik tentara kafir Inggris di daerah Doska, distrik Musa Kala, Provinsi Helmand. Satu tank hancur serta menewaskan seluruh tentara teroris di dalamnya, jumlahnya tidak kami ketahui.

Selasa sore sekitar pukul 6.10, mujahidin menyerang konvoi tentara boneka Afghan di daerah Momen Khan, distrik Nawa, Provinsi Baghlan. Dalam serangan, sebuah kendaraan militer hancur dan 3 tentara boneka tewas seketika, dua lainnya mengalami luka-luka. (Hanin Mazaya/arrahmah.com)

Suplai AS dan NATO Selalu Diserang, Mereka Meminta Dukungan Tajikistan

TAJIKISTAN (Arrahmah.com) - Tentara kafir AS dan NATO melakukan diskusi dengan Tajikistan mengenai rute suplai untuk tentara AS dan NATO di Afghanistan.

"Pembicaraan dilakukan dengan AS dan NATO," ujar Menteri Luar Negeri Tajikistan, Khamrokhon Zafiri saat konferensi pers.

"Tajikistan memungkinkan untuk dilewati oleh kendaraan yang mengangkut suplai AS dan NATO karena di Tajikistan terdapat enam jembatan yang menghubungkan Afghan dan Tajik," dia menambahkan.

Sampai saat ini belum ada penandatanganan apapun, baru sebatas diskusi, tetapi negara-negara Eropa dan Amerika serikat telah mengajukan proposal kepada Menteri Luar Negeri Tajikistan. (Hanin Mazaya/arrahmah)

Dokter Yordania: 90% Korban Akibat Bom Phosphor

Tim dokter dari Yordania yang kembali dari Jalur Gaza, melakukan konferensi pers, dan menjelaskan, bahwa 90% korban yang luka dan meninggal akibat bom phosphor putih yang digunakan oleh tentara Israel dalam perang yang lalu. Anggota tim dokter Yordania, lebih lanjut menegaskan, padahal menurut konvensi Jenewa bom phosphor putih, termasuk jenis senjata yang dilarang untuk digunakan dalam perang. Maka, Zionis-Israel sudah melanggar arbitrasi internasional, dan melakukan kejahatan perang.

Pernyataan tim dokter Yordania yang menegaskan penggunaan senjata phosphor putih yang dilarang oleh konvensi Jenewa itu, dibenarkan oleh ahli kesehatan dari Norwegia, yang sudah bertugas di Afghanistan, Lebanon, dan terakhir di Gaza. Dari penelitian yang dilakukan oleh para ahli kesehatan dari Norwegia itu, menunjukkan Israel, menggunakan jenis senjata yang bukan konvensional, dan senjata yang dilarang oleh konvensi internasional. Dokter dari Yordania itu, juga menyebutkan bahwa ahli kesehatan dari Norwegia itu telah mengambil contoh dari korban yang berada di rumah-rumah sakit, yang akan menjadi dokumen, serta bukti-bukti akan adanya pelanggaran dan kejahatan perang yang dilakukan Israel di Gaza.

Sementara itu, tim doker dari Yordania telah mengumpulkan sejumlah contoh dari rumah-rumah sakit yang ada di Gaza, dan dari diagnose itu, memang membuktikan tentara Zionis-Israel telah menggunakan phosphor putih dalam perang di Gaza. Dari luka-luka korban yang diakibatkan oleh bom phosphor putih itu sudah dibuktikan oleh tim dokter Yordania. Dr.Zuhair Abu Fares, Kepala Kerjasama Dokter, mengirimkan tim delegasi ke Gaza,yang ketiga kalinya, guna menyelidiki lebih jauh akibat perang yang terjadi di Gaza, serta penggunaan senjata kimia, serta jenis senjata lainnya dalam perang.

“Kemarin, kami melihat di jalan, dan di tempat lainnya, adanya bukti-bukti phosphor putih”, ujar Christopher Cobb-Smith. “Phosphor putih itu tidak pernah digunakan di wilayah penduduk sipil”, tambahnya. Amnesty Internasional, yang melakukan kunjungan ke Gaza, dan mendatangi rumah-rumah penduduk, dan menemukan bukti-bukti adanya penggunaan senjata bom phosphor putih. Israel menurut para ahli hukum, yang melakukan kunjungan ke Gaza, juga menyimpulkan Israel telah melakukan kejahatan perang ‘war crime’.

Di bagian lain, Presiden Lembaga Kemanusiaan IHH, Fahmi Bulent Yildirin telah membuka cabang di Gaza, dan acara pembukaannya dihadiri Menteri Kesehatan, Dr.Basem Naim serta anggota parlemen Jamal al-Khudari. Naim menyampaikan terima kasih kepada rakyat Turki, yang memberikan dukungan penuh kepada rakyat Palestina, yang menghadapi agresi militer Israel selama 23 hari, dan Ankara telah mendukung perjuangan rakyat Palestina. Selanjutnya, Dr.Naim ingin meningkatkan kerjasama ‘persaudaraan’, yang lebih kokoh antara rakyat Palestina dan Turki. ‘Hubungan persaudaraan’ ini diharapkan semakin meningkat di masa mendatang.

Yildirin sangat prihatin melihat kehancuran yang dialami rakyat muslim Gaza. Lembaga yang kemanusiaan yang dipimpin Yildirin, berjanji akan membantu pembangunan kembali wilayah Gaza,yang sudah menjadi korban agresi Israel. Presiden Lembaga Kemanusiaan IHH itu, merencanakan membangun rumah yang modern dan bear di Gaza. Lembaga IHH yang dipimpin oleh Yildirin, berjanji memberikan bantuan kepada tiap-tiap penduduk Gaza, yang rumah hancur akibat agresi militer Israel, sebesar 2000 dolar. (m/pic)

AS Menyangkal Telah Membunuh Warga Sipil

AFGHANISTAN (Arrahmah.com) - Militer AS menyangkal telah membunuh warga sipil dalam operasi militer mereka. Baru-baru ini, media Afghanistan memberitakan bahwa AS telah membunuh 25 warga sipil Afghan.

Kolonel Greg Julian, jurubicara AS mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Rabu (21/1) bahwa mereka akan melakukan investigasi untuk membongkar "kebenaran" setelah media-media di Afghanistan memberitakan bahwa 25 warga sipil AS kembali dibunuh oleh tentara AS dalam operasi militernya.

Militer AS mengklaim, mereka yang tewas adalah para tentara anti-pemerintah (militan). 19 militan telah tewas dalam serangan udara AS di lembah Tagab, Provinsi Kapisa, 50 Km dari Utara Kabul.

"Tidak ada warga sipil yang tewas," ujar Julian.

Namun, saksi mata di sekitar wilayah tersebut menolak klaim AS. Mereka mengatakan, yang tewas adalah warga sipil biasa yang tidak memegang senjata.

Kematian Warga sipil

Tentara kafir di Afghanistan dan Hamid Karzai tengah berada dalam situasi "tegang" terkait meningkatnya kematian warga sipil Afghanistan selama operasi militer AS dan NATO di Afghanistan.

Kelompok HAM pada Rabu (21/1) mengatakan, tentara AS dan NATO bertanggungjawab atas tewasnya lebih dari 1.100 warga sipil Afghanistan di tahun lalu.

"Operasi militer AS dan NATO di Afghanistan pada tahun 2008 menewaskan sedikitnya 1.100 warga sipil, dan melukai lebih dari 2.800 lainnya. Lebih dari 80.000 orang kehilangan tempat tinggal."

Militer AS dan NATO tidak pernah berhasil membunuh mujahidin Afghanistan dalam serangan udara mereka. Mereka hanya mampu membunuh warga sipil, karena operasi militer yang dilakukan tidak dipersiapkan dengan matang. Mereka tidak mengetahui dengan pasti keberadaan para mujahidin.

Namun alat propaganda mereka selalu memberitakan keberhasilan AS dan NATO menewaskan mujahidin Afghanistan, padahal yang mereka bunuh tidak lain hanyalah warga sipil biasa. (Hanin Mazaya/arrahmah.com)